Postingan

Menampilkan postingan dengan label palestina

49. PEMILU PALESTINA TAHUN 2006

*PEMILU PALESTINA TAHUN 2006* *1. Latar Belakang Pemilu Palestina 2006* Pemilihan Legislatif Palestina tahun 2006 merupakan peristiwa politik penting yang menandai perubahan besar dalam lanskap pemerintahan Otoritas Palestina (PA). Pemilu ini diselenggarakan dalam konteks ketidakpuasan publik terhadap Fatah, partai dominan sejak pendirian PA tahun 1994, serta meningkatnya dukungan terhadap Hamas sebagai kekuatan oposisi yang tumbuh melalui pelayanan sosial dan perlawanan terhadap Israel. Ini adalah pemilu legislatif kedua sejak PA dibentuk berdasarkan Kesepakatan Oslo 1993. Pemilu pertama digelar tahun 1996 dan didominasi oleh Fatah. Pemilu 2006 tertunda beberapa kali karena situasi keamanan dan tekanan politik domestik maupun internasional, hingga akhirnya diselenggarakan pada 25 Januari 2006. *2. Sistem Pemilu dan Partisipasi* Pemilu diselenggarakan dengan sistem campuran: 66 kursi dipilih secara proposional berdasarkan daftar partai nasional. 66 kursi lainnya dipilih secara individu...

48. Geng Pencuri Bantuan Gaza, Jadi Ingat KNIL

*Sejarah dan Struktur KNIL* *1. Latar Belakang* Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda dibentuk pada tahun 1830 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai kekuatan militer permanen di wilayah Hindia Belanda. KNIL dibentuk menyusul ketidakmampuan pemerintah Belanda untuk mengandalkan pasukan reguler dari Eropa karena jarak yang jauh dan tingginya biaya operasional. KNIL merekrut pasukan dari berbagai etnis di Nusantara, termasuk Ambon, Jawa, dan Manado, serta tentara bayaran dari Eropa dan Afrika (Afrikanen atau "Zwarte Hollanders") (Ricklefs, 2008). Struktur KNIL menyerupai tentara reguler Eropa, namun disesuaikan dengan kondisi tropis dan sosial budaya lokal. KNIL tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan tetapi juga sebagai alat kekuasaan pemerintah kolonial untuk menaklukkan wilayah-wilayah yang menolak kekuasaan Belanda, seperti Aceh, Bali, dan Lombok (Cribb & Brown, 1995). Selama abad ke-19, KNIL terlibat dalam sejumlah eksped...

47. Geng Pencuri Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Gambar
Inilah Yasir Abu Abu Syabab, seorang residivis narkoba dan pencurian yang menentang Hms di Gaza Sebuah kelompok beranggotakan ratusan orang tiba-tiba memiliki persenjataan lengkap dan memonopoli bantuan yang masuk ke Gaza. Rupanya orang-orang ini telah bekerja sama dengan IsraeI untuk melawan Hms di Gaza. Bukan hanya anti Hms secara militer, namun kelompok Yasir yang kini menamakan diri Popular Force, juga berupaya mengambil alih otoritas di Gaza, dimulai dari wilayah sekitar Rafah. Yasir menjanjikan pada pengungsi lokasi "aman" dan cukup makanan, tentu dengan koordinasi dengan IsraeI. Di bawah kontrol penuh Yasir dan anak buahnya. Anak buahnya pun terlibat dalam membantu mengamankan zona pembagian bantuan Amerika-IsraeI yang dilakukan dengan cara tidak manusiawi. Dimana orang-orang harus mengantri layaknya hewan ternak dan dilakukan di lokasi jauh terpencil, membuat ratusan ribu orang kelaparan harus berjalan kaki demi sekarung tepung. Sebuah rekaman menunjukkan,...

46. Dinasti Syafawi di Iran dan kaitannya dengan Palestina

*DINASTI SAFAWI (1501-1736)* *1. Latar Belakang Dinasti Safawi* Dinasti Safawi (1501–1736 M) adalah salah satu kekuatan besar di Timur Tengah dan dunia Islam setelah runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah. Safawi pada awalnya adalah sebuah tarekat Sufi Sunni yang kemudian berubah menjadi gerakan politik dan militer di bawah kepemimpinan Syah Ismail I. *2. Naiknya Syah Ismail I dan Konversi Mazhab* Pada tahun 1501, Syah Ismail I mendirikan Dinasti Safawi dan memproklamirkan Syiah Itsna Asyariyah (Syiah Dua Belas Imam) sebagai mazhab resmi negara di seluruh wilayah Persia (Iran sekarang). Tindakan ini dilakukan atas dasar: -->Mengukuhkan kekuasaan politik. -->Membentuk identitas nasional yang berbeda dari dua kekuatan besar saat itu: Utsmaniyah (Sunni) dan Mughal (Sunni-Hanafi). *3. Proses Pemaksaan Syiah* Syah Ismail memaksakan perubahan mazhab dengan keras, termasuk membunuh ulama Sunni, melarang praktik Sunni, dan menghapus teks-teks keagamaan Sunni. Ulama-ulama Syiah dari Lebanon, Ba...

45. Iran dan Israel sebelum era Revolusi

*IRAN ERA PAHLEVI DALAM KONTEKS KONFLIK PALESTINA–ISRAEL* *I. Latar Belakang Pemerintahan Pahlevi* Mohammad Reza Shah Pahlavi menjadi pemimpin Iran sejak tahun 1941 setelah penggulingan ayahnya, Reza Shah, oleh Inggris dan Uni Soviet dalam konteks Perang Dunia II. Sebagai penguasa dengan visi modernisasi dan pro-Barat, Shah menjalin hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, termasuk Israel. Shah memandang stabilitas dan pembangunan internal Iran dapat dicapai dengan menjauhi ideologi revolusioner pan-Arabisme dan aliansi negara-negara Islam yang berhaluan anti-Barat. Dalam kerangka inilah, hubungan pragmatis Iran dengan Israel terbentuk, meskipun secara formal Iran tidak membuka kedutaan besar Israel di Teheran karena sensitivitas isu Palestina di dunia Muslim. *II. Bentuk Hubungan Iran dan Israel* 1. Pengakuan De Facto dan Hubungan Ekonomi Iran adalah negara Muslim pertama yang memberikan pengakuan de facto kepada Israel setelah deklarasi kemerdekaan I...

44. INTIFADA II : INTIFADA AL-AQSA

*INTIFADA KEDUA (INTIFADA AL-AQSA)* *1. Latar Belakang* Intifada Kedua meletus pada 28 September 2000. Penyebab langsungnya adalah kunjungan Ariel Sharon ke kompleks Masjid Al-Aqsa/Haram al-Sharif di Yerusalem Timur. Ini dipandang sebagai provokasi, memicu kemarahan luas rakyat Palestina yang sudah frustrasi. Namun, latar belakangnya lebih dalam: ❌ Kebuntuan Proses Oslo (setelah Deklarasi Oslo 1993, harapan merdeka gagal). ❌ Permukiman ilegal Israel terus meluas di Tepi Barat. ❌Kontrol ekonomi dan militer Israel yang menindas kehidupan Palestina. ❌ Kekecewaan rakyat: harapan dua negara makin jauh, realitas lapangan makin parah. *2. Kronologi Utama* 💥28 September 2000 Ariel Sharon (Ketua Partai Likud, oposisi PM Barak) mengunjungi Al-Aqsa dengan 1.000-an polisi Israel. 💥 29–30 September 2000 Protes meledak di Yerusalem, menyebar ke Tepi Barat & Gaza. Tentara Israel menembaki demonstran. 💥2001 Israel mengadopsi kebijakan “targeted killing” – membunuh tokoh Hamas, Fatah, dan milisi...

43. Israel Palestina Bukan Sekedar Perang

Gambar
Ini namanya Perang Non Konvensional atau Perang Asimetris.  Perang antara tentara profesional dan militan/milisi/gerilyawan Dalam perang asimetris, narasi dan opini publik jadi medan tempur penting: Israel menuduh milisi bersembunyi di warga sipil, Palestina menuduh Israel membunuh warga sipil untuk menekan milisi.  Israel menekan dengan kekuatan militer penuh, sedangkan milisi (dan rakyat Gaza) mencoba bertahan dan memobilisasi opini dunia.   Dan sebenarnya ini sudah menjadi keniscayaan, karena konflik Palestina-Israel sedari dulu konflik vertikal, perang non-konvensional, antara tentara melawan sipil bersenjata.  Henry Kissinger di esai nya terkait perang Vietnam sering nyebut kalo dalam perang non-konvensional tentara reguler bakal dikuras psikologisnya, sekalipun secara material mereka unggul.  Sedangkan sipil bersenjata/gerilyawan bakal bertahan psikologis nya, meskipun material seadanya dan rentan habis.  "Dalam perang non konvensiona...

41. Pasca Embargo Minyak

Embargo minyak Arab tahun 1973, yang dipimpin Raja Faisal bin Abdulaziz dan negara-negara Arab anggota OPEC (khususnya OAPEC: Organisasi Negara-Negara Arab Pengekspor Minyak), secara resmi berakhir pada Maret 1974.  *1. Tujuan Tercapai (Sebagian Besar)* ✅Embargo ini dimaksudkan untuk memaksa negara-negara Barat, khususnya AS dan Belanda, untuk menghentikan dukungan mereka terhadap Israel selama Perang Yom Kippur (Oktober 1973). ✅Tekanan ekonomi ini cukup berhasil: embargo memicu krisis energi global, harga minyak naik drastis, dan menekan negara-negara Barat untuk terbuka pada proses perdamaian. ✅Konferensi Jenewa 1973 dan diplomasi shuttle yang dipimpin Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger menjadi tanda dimulainya proses perdamaian. *2.Tekanan Diplomatik AS* ✅AS (Presiden Nixon & Menlu Kissinger) melakukan diplomasi intensif ke negara-negara Arab.  ✅Mereka berjanji untuk menjadi “penjamin” proses perdamaian antara Arab-Israel, termasuk komitmen penarikan pasukan Israel ...

40. EMBARGO MINYAK PASCA PERANG YOM KIPPUR

*EMBARGO MINYAK ARAB PASCA PERANG YOM KIPPUR 1973* *I. Latar Belakang* Perang Yom Kippur yang terjadi pada Oktober 1973 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah modern Timur Tengah. Konflik ini melibatkan koalisi negara-negara Arab, khususnya Mesir dan Suriah, yang melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada tanggal 6 Oktober 1973, bertepatan dengan hari suci Yahudi, Yom Kippur. Dukungan militer terbuka dari Amerika Serikat dan beberapa negara Barat kepada Israel memicu kemarahan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi yang saat itu dipimpin oleh Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Raja Faisal melihat bahwa penggunaan kekuatan ekonomi, khususnya minyak, dapat menjadi sarana yang ampuh untuk menekan negara-negara Barat agar mengubah kebijakan pro-Israel mereka. Langkah embargo minyak ini menjadi bagian dari strategi diplomasi minyak yang dijalankan oleh negara-negara Arab untuk menuntut pengakuan atas hak-hak Palestina dan kedaulatan negara-negara Arab. -- *II. Keputusan...

39. Perang Yom Kippur 1973

PERANG YOM KIPPUR 1973 *I. Latar Belakang* 1. Konflik Arab-Israel yang Terus Berlanjut Setelah Perang Enam Hari (1967), Israel menduduki wilayah Arab: Semenanjung Sinai (Mesir), Dataran Tinggi Golan (Suriah), serta Tepi Barat dan Yerusalem Timur (Palestina). Hal ini memicu ketegangan berkepanjangan di kawasan. 2. Tujuan Mesir dan Suriah Presiden Mesir Anwar Sadat dan Presiden Suriah Hafez al-Assad bertekad memulihkan kehormatan Arab yang “terluka” akibat kekalahan pada 1967. -->Mesir ingin merebut kembali Sinai. -->Suriah ingin merebut kembali Dataran Tinggi Golan. 3. Persiapan Rahasia Mesir dan Suriah melakukan koordinasi militer secara rahasia, dengan dukungan senjata dan pelatihan dari Uni Soviet. --- *II. Jalannya Perang* 1. Tanggal dan Awal Serangan Perang dimulai pada 6 Oktober 1973, bertepatan dengan: -->Hari raya Yom Kippur (hari suci Yahudi) → Israel lengah. -->Bulan Ramadan (bagi Muslim) → memiliki makna simbolis bagi Arab. 2. Front Sinai (Mesir) Pasukan Mesir men...

25. Peran Saudi & Iran terhadap Perjuangan Kemerdekaan Palestina era 1948 - 1988 : Hamas Proksi Iran?

Ini adalah arsip diskusi antara Ragil Kurniawan dengan Abu Zhehir: Ragil Kurniawan melontarkan pertanyaan kepada Abu Zhehir, anggota grup WA yang juga pembelajar sejarah, berkaitan pengetahuannya tentang peran Saudi dan Iran terhadap Palestina era 1948 - 1988 Abu Zhehir pun membagikan sedikit wawasannya: Kalo peranan Saudi di awal-awal masa berdirinya Israel, mereka ikut juga dalam perang 1948. Tapi Saudi baru benar-benar ikut andil dalam konflik ini itu setelah perang 1967, di mana negara-negara Arab melalui resolusi Kharthum sepakat untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel, dan mereka mulai melakukan embargo minyak bersama Irak terhadap AS. Ketika Mesir mulai membuka hubungan dengan Israel pasca perang 1973, Saudi ini termasuk penentang kerasnya Sedangkan Iran, sebelum 1979 itu masih monarki, ideologi nya sekuler. Dan Iran sejak awal Israel berdiri justru sangat mendukung Israel. Hal ini juga sebenarnya bagian dari doktrin diplomasi periphery nya David Ben Gurion untuk mencari sek...

24. Piagam Hamas 1988

Piagam Hamas 1988 (Asli, dirilis pada 18 Agustus 1988) A. Karakter Ideologis -->Menyatakan bahwa Palestina adalah tanah wakaf Islam yang tidak boleh diserahkan kepada non-Muslim (kafir).  -->Menolak eksistensi negara Israel secara total. -->Menggambarkan konflik sebagai perang agama (Islam vs Yahudi), bukan hanya konflik nasionalis. Kutipan kontroversial: mengutip hadist tentang membunuh Yahudi menjelang hari kiamat. B. Hubungan dengan Ikhwanul Muslimin -->Menyatakan bahwa Hamas adalah sayap dari Ikhwanul Muslimin di Palestina. -->Ikhwan (IM) sebagai dasar ideologis utama Hamas. C. Solusi Palestina -->Hanya ada satu solusi: jihad dan pembebasan seluruh wilayah Palestina dari Sungai Yordan hingga Laut Tengah. -->Menolak negosiasi, kompromi, atau solusi dua negara. ===================== Ini kemunculan awal ... Nanti direvisi pada tahun 2017 .. Biar kita tahu dulu Piagam yang 2017 . Nanti akan berkaitan dengan resolusi map 1967 ...  Makanya, kita harus menger...

23. Kelahiran Hamas : Respons Atas Kegagalan Perjuangan PLO

Setelah menjelaskan situasi sosial & politik Palestina sebelum 1987, Ragil menjelaskan bahwa awal mula kemunculan HAMAS oleh masyarakat Palestina dianggap sebagai pahlawan, meski lahir dari gerakan pendidikan dan di bidang amal sosial. Israel masih tidak menaruh perhatian pada hamas Hamas mendapatkan dukungan rakyat dengan cepat karena sudah menjalankan program pendidikan dan amal sejak lama ... Mereka juga tinggal dan dekat dengan Gaza, tidak seperti PLO yang di luar negeri Darimana dana Hamas ? Kok bisa melakukan kegiatan amal . Nah, anda bisa jawab sendiri ... 😁 Pada waktu itu masih di dukung Saudi ... Tujuan dan Ciri Awal Hamas *Perbedaan dari PLO -->Tidak sekuler: Hamas adalah gerakan Islamis Sunni. -->Tidak mengakui eksistensi Israel sejak awal (dalam piagam asli 1988). -->Menekankan pada militer sebagai bentuk pembebasan Palestina. -->Fokus di dalam wilayah Palestina (berbeda dengan PLO yang berpusat di luar). Menurut Hamas di awal kemunculan, persetan dengan pe...

22. PERJANJIAN TRILATERAL: Detik-detik Terjadinya Serangan 07 Oktober

Perjanjian trilateral antara Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan Israel yang dibahas sejak 2022 hingga 2023 bertujuan untuk menormalisasi hubungan diplomatik antara Saudi dan Israel dengan mediasi AS. 🧭Komponen Utama yang Dibahas Perjanjian ini dikenal sebagai “mega-deal” dan mencakup tiga elemen utama:  1. Perjanjian Pertahanan AS–Saudi Saudi menginginkan jaminan keamanan formal dari AS, mirip dengan perjanjian pertahanan bersama, untuk menghadapi ancaman regional, terutama dari Iran. 2. Program Nuklir Sipil Saudi Saudi meminta bantuan AS dalam mengembangkan program nuklir sipil, termasuk pengayaan uranium di dalam negeri. AS awalnya mengaitkan permintaan ini dengan normalisasi hubungan Saudi-Israel, namun belakangan memisahkan kedua isu tersebut. 3. Normalisasi Saudi–Israel Saudi bersedia menormalisasi hubungan dengan Israel, tetapi mensyaratkan kemajuan signifikan menuju pembentukan negara Palestina. Istilah seperti “pathway to a Palestinian state” sering digunakan, meskipun ...

21. Abraham Accords : Lagi-lagi Palestina Gak Di Ajak

Abraham Accords adalah serangkaian perjanjian diplomatik normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab, yang dimediasi oleh Amerika Serikat, dimulai pada tahun 2020. Sebelumnya, hanya Mesir (1979) dan Yordania (1994) yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Inisiatif ini muncul di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, yang ingin mencetak terobosan diplomatik di Timur Tengah. Siapa saja yang terlibat dalam perjanjian ini ? 1. Uni Emirat Arab (UEA) – 13 Agustus 2020 Menjadi negara Teluk pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel. UEA menyatakan bahwa kesepakatan ini ditukar dengan penundaan aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel (meski Israel tidak benar-benar membatalkannya secara permanen). Perjanjian mencakup: kerja sama ekonomi, teknologi, penerbangan langsung, visa, dan pertukaran kedutaan. 2. Bahrain – 11 September 2020 Menyusul langkah UEA. Bahrain menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk perdamaian regional, tetapi dikritik karena tidak ...

18. Perjanjian Kamp David 1978 : Awal Mula Pengkhianatan Mesir

🔥CAMP DAVID (1978) Apa itu Camp David? Camp David adalah kediaman resmi Presiden Amerika Serikat yang terletak di pegunungan Maryland, AS.  Namun, yang sering disebut “Camp David” dalam konteks Timur Tengah adalah pertemuan yang berlangsung di sana pada tahun 1978, yang menghasilkan Kesepakatan Camp David (Camp David Accords). --- Latar Belakang (1970-an) Pada 1970-an, konflik Arab-Israel masih panas. 1967: Israel menduduki wilayah Sinai Mesir dalam Perang Enam Hari. 1973: Mesir dan Suriah melancarkan Perang Yom Kippur untuk merebut kembali wilayah yang diduduki. -->Mesir (Presiden Anwar Sadat) ingin mengambil kembali Sinai dan memulihkan hubungan dengan Barat. -->Israel (PM : Menachem Begin) ingin keamanan jangka panjang. -->AS (Jimmy Carter) ingin stabilitas di Timur Tengah. ☕ Di camp David berbicara palestina, tapi lagi2 tidak ada perwakilan Palestina disana ... 🔥Isu Palestina di Camp David Bagian kedua perjanjian menyerukan: 1. Otonomi terbatas untuk Palestina di Tep...

6. Resolusi 242 tahun 1967 : Dasar Perjuangan Diplomasi Kemerdekaan Palestina

Gambar
Tahukah gaes, bahwa Resolusi 242 tahun 1967 . Menjadi DASAR Diplomasi damai sampai detik ini ... Isi Pokok Resolusi 242: Disusun secara hati-hati untuk bisa diterima semua pihak. Ada dua prinsip utama: 1. Penarikan Pasukan Israel > “Withdrawal of Israeli armed forces from territories occupied in the recent conflict.” (Menarik pasukan Israel dari wilayah-wilayah yang diduduki dalam konflik baru-baru ini.) -->Catatan penting: Tidak menyebut "all the territories" → celah interpretasi hukum (dimanfaatkan Israel untuk tidak mundur sepenuhnya). 2. Pengakuan dan Keamanan untuk Semua Negara > “Acknowledgement of the sovereignty, territorial integrity and political independence of every State in the area and their right to live in peace...” (Pengakuan atas kedaulatan dan hak setiap negara untuk hidup damai dalam batas-batas yang aman dan diakui.) --- Prinsip Tambahan: -->Kebebasan pelayaran di perairan internasional -->Penyelesaian adil atas masalah pengungsi Palestina ...

4. KEMUNCULAN PLO PASCA 1967: DARI SIMBOL KE PERLAWANAN AKTIF

 1. Asal-usul PLO (Sebelum 1967 – Singkat Saja) Didirikan pada 1964 oleh Liga Arab, atas dorongan Mesir (Gamal Abdel Nasser). Tujuan awal: wadah politik rakyat Palestina, tapi dikendalikan oleh negara-negara Arab. Presiden pertama: Ahmad Shukeiri. PLO saat itu lemah dan simbolik, tanpa kontrol atas wilayah atau pasukan militer nyata. --- 2. Perubahan Pasca Perang Enam Hari (1967) Fakta Kunci: -->Israel menduduki seluruh wilayah Palestina historis: Tepi Barat, Yerusalem Timur, Gaza. -->Kekalahan negara-negara Arab membuat rakyat Palestina sadar bahwa mereka harus berjuang sendiri. -->Muncul kekecewaan besar terhadap dunia Arab yang dinilai gagal membela Palestina. Transformasi PLO: -->PLO menjadi pusat perlawanan nyata, bukan hanya simbol. -->Kelompok-kelompok bersenjata Palestina seperti Fatah (Yasser Arafat), PFLP, DFLP, dll mulai bergabung atau mendominasi PLO. -->1969: Yasser Arafat (pemimpin Fatah) menjadi Ketua PLO menggantikan Shukeiri. -->Mulai terbentuk...

2. Asal Mula Konflik Palestina - Israel: Ringkasan Sejarah (Part 2)

 Resolusi PBB 242 (November 1967): -->Menuntut penarikan Israel dari wilayah yang didudukinya. -->Menyerukan pengakuan terhadap hak semua negara di kawasan untuk hidup damai. -->Israel menolak penarikan penuh tanpa perundingan keamanan jangka panjang. --> Munculnya Resistensi Palestina (perjuangan rakyat Palestina)  Kekalahan negara-negara Arab membuat rakyat Palestina beralih pada perjuangan bersenjata. PLO (Palestine Liberation Organization) menguat setelah 1967. Nah disini mulai ada organisasi perjuangan Palestina.  Bukan lagi bergantung pada negara2 arab ... Note :  Dalam periode ini.  Tepi barat (West Bank) dikuasai Yordania .  Gaza dikuasai Mesir .. Rakyat Palestina terombang ambing ... Beberapa negara Arab lebih tertarik memperluas pengaruh mereka daripada memprioritaskan kemerdekaan Palestina. Mesir (Nasser) dan Suriah menggunakan isu Palestina untuk menantang dominasi Israel dan menarik simpati rakyat Arab. Palestina sering dijadikan al...

1. Asal Mula Konflik Palestina - Israel: Ringkasan Sejarah (Part 1)

Gambar
 Awalnya kan begini, ras yahudi yang ada di eropa mengalami perlakuan diskriminasi dan bullying. Semua kejadian wabah dan segala kesialan di eropa yang dituduh adalah Yahudi .   Hingga puncaknya terjadi Holocaust oleh Hitler yang mengakibatkan jutaan orang yahudi dibunuh.  Ingat ya, itu yahudi di Eropa.   Yahudi di Asia, di timur tengah dan di dunia Arab damai2 saja . Yahudi hidup damai berdampingan dengan muslim , Kristian dll . Tidak ada masalah.  Kembali ke Holocaust.  Setelah itu muncul ide Der Judenstaat. Yaitu kelompok Yahudi Zionis yang mencanangkan Negara Khusus Yahudi .  Terjadi mufakat antara Zionis yang dipelopori oleh Theodore Hazl dengan Elite Inggris Rostchild . Bahwa disetujui berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina . Deklarasi Balfour (1917) .  Waktu itu, Palestina bukanlah negara yang berdaulat dia nama sebuah wilayah yang berada dalam kekuasaan Ottoman. Setelah Ottoman kalah Perang Dunia 1 ,  Wilayah Palestina berada dal...