Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

62. DIANGKATNYA ALI BIN ABI THALIB JADI KHALIFAH

*Prosesi Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah Keempat (35 H / 656 M)* *A. Situasi Politik Pasca Kematian Utsman bin ‘Affan* Kematian Khalifah Utsman bin ‘Affan menciptakan kekosongan kekuasaan yang sangat genting di ibu kota pemerintahan Islam, Madinah. Setelah Utsman terbunuh pada 18 Dzulhijjah 35 H (17 Juni 656 M), kekhalifahan Islam tidak memiliki pemimpin yang sah secara langsung, karena beliau tidak menunjuk pengganti secara formal sebelum wafat. Situasi Madinah sangat mencekam. Para sahabat utama, termasuk para tokoh senior dari kalangan Muhajirin dan Anshar, berada dalam ketakutan. Di sisi lain, massa pemberontak dari Mesir, Kufah, dan Basrah masih bercokol di Madinah dan menekan elit-elit sahabat untuk segera menunjuk pengganti Utsman. Ketegangan ini menjadi semakin kompleks karena belum adanya konsensus di kalangan elit politik Islam. Para sahabat utama seperti Sa‘d bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah enggan secara langsung menerima jabatan...

61. KEMATIAN UTSMAN BIN AFFAN (Part 3)

*F. Perlakuan terhadap Jenazah* Setelah pembunuhan, para pemberontak bahkan sempat menjarah rumah Utsman, mengambil barang-barang milik pribadi dan istri beliau. Jenazahnya dibiarkan di rumah beberapa lama karena situasi Madinah sangat tegang. Istri Utsman, Naila binti Farafisah, sempat mendatangi sejumlah sahabat untuk meminta bantuan menguburkan suaminya. Namun sebagian dari mereka juga dalam keadaan ketakutan karena intimidasi pemberontak. Akhirnya, beberapa orang sahabat seperti: Ali bin Abi Thalib (r.a.) Zubair bin Awwam Hakim bin Hizam Jubair bin Mut’im dan beberapa anggota keluarga dari Bani Umayyah ...berkumpul secara diam-diam pada malam hari dan menguburkan jenazah Utsman di Baqi’, bukan di pemakaman umum, melainkan di sisi pekuburan orang Yahudi karena pemberontak melarang pemakaman resmi. Sumber menyebutkan bahwa jumlah pengiring jenazahnya tidak lebih dari dua belas orang. *G. Reaksi Sahabat dan Umat Islam* Reaksi atas pembunuhan ini sangat luas dan dramatis: >Ali bin A...

60. KEMATIAN UTSMAN BIN AFFAN (Part 2)

*C. Pemberontakan dan Pengepungan Rumah Khalifah* Ketidakpuasan yang sebelumnya bersifat sporadis kemudian terorganisir dalam bentuk pemberontakan terbuka. Pada tahun 35 H, sekitar dua ribu orang dari Mesir, Kufah, dan Basrah datang ke Madinah dengan dalih untuk menyampaikan aspirasi dan mengadukan kebijakan pemerintah pusat. Mereka diterima secara damai oleh Utsman dan diajak berdialog. Utsman menyetujui beberapa tuntutan mereka dan menjanjikan pergantian beberapa pejabat yang dianggap tidak adil. Namun, peristiwa berubah drastis ketika kelompok dari Mesir menemukan seorang budak membawa surat rahasia yang konon berisi perintah dari Utsman kepada gubernur Mesir agar membunuh para delegasi tersebut. Surat ini dianggap bukti pengkhianatan, meskipun Utsman secara tegas bersumpah bahwa ia tidak pernah mengeluarkan surat demikian. Dugaan kuat bahwa surat tersebut adalah hasil pemalsuan yang dilakukan oleh tangan-tangan dalam istana, salah satunya Marwan bin Hakam. Namun, secara historis, k...

59. KEMATIAN UTSMAN BIN AFFAN (Part 1)

*KEMATIAN UTSMAN BIN ‘AFFAN radhiyallahu anhu* *A. Latar Belakang* Masa kekhalifahan Utsman bin ‘Affan (r.a.) berlangsung selama kurang lebih dua belas tahun (23–35 H/644–656 M), menjadikannya pemerintahan terpanjang di antara Khulafaur Rasyidin. Masa kepemimpinannya diawali dengan kondisi yang relatif stabil dan berkembang, di mana wilayah kekuasaan Islam meluas hingga Afrika Utara dan Asia Tengah.  Pemerintahan Khalifah Utsman bin ‘Affan memasuki fase krisis pada paruh kedua masa kekuasaannya. Jika dalam enam tahun pertama beliau dikenal sebagai pemimpin yang dermawan, adil, dan meneruskan semangat kepemimpinan Umar bin Khattab, maka enam tahun terakhir ditandai dengan gelombang ketidakpuasan yang semakin meluas. Ketidakpuasan ini berasal dari berbagai faktor internal dan eksternal, serta melibatkan elemen politik, sosial, administratif, hingga persepsi keagamaan.  *B. Penyebab Ketidakpuasan Sosial-Politik terhadap Pemerintahan Utsman bin 'Affan* *1. Tuduhan Nepotisme dan Do...

58. Sejarah Kelam Aljazair : Perang Saudara 1991 - 2002

*Konflik Bersaudara di Aljazair (1991–2002)* *A. Latar Belakang* Konflik bersaudara yang terjadi di Aljazair antara tahun 1991 hingga 2002, yang sering disebut sebagai "Black Decade" atau "La Décennie Noire", merupakan salah satu perang saudara paling berdarah di dunia Arab modern. Konflik ini dipicu oleh pembatalan pemilu demokratis yang hampir dimenangkan oleh Front Islamique du Salut (FIS), yang kemudian memicu gelombang pemberontakan bersenjata, tindakan represif negara, dan kekerasan tak terkendali di kalangan masyarakat sipil. Konflik ini menewaskan lebih dari 150.000 jiwa, menciptakan trauma nasional, dan meninggalkan jejak mendalam dalam lanskap politik dan sosial Aljazair. *B.Akar Konflik* *1. Krisis Ekonomi dan Ketidakpuasan Sosial (1980-an)* Aljazair mengalami krisis ekonomi berat setelah jatuhnya harga minyak. Tingkat pengangguran tinggi, inflasi, dan kemiskinan memicu gelombang protes sosial. *2. Keterbukaan Politik dan Kenaikan FIS* Di bawah tekanan ra...