64. CARA KERJA ILMU SEJARAH

*BAGAIMANA ILMU SEJARAH BEKERJA*

Sejarah sebagai ilmu tidak hanya menghafal tanggal atau nama tokoh. Ia bekerja seperti seorang detektif masa lalu. Sejarawan berusaha merekonstruksi kejadian yang sudah hilang, dengan mengumpulkan potongan-potongan bukti yang masih tersisa.

Bayangkan sebuah peristiwa ratusan tahun lalu berupa perang, pendirian kerajaan, atau perjalanan tokoh.

 Peristiwa itu sudah lewat, pelakunya sudah tiada, saksi mata sudah lama meninggal. Yang tersisa hanyalah jejak.

Jejak itu berupa:
-prasasti batu,
-naskah kuno,
-laporan asing,
-catatan kerajaan,

dan kadang cerita rakyat.

Tugas sejarawan adalah memisahkan mana yang benar, mana yang hanya cerita, dan mana yang sengaja dilebih-lebihkan.

Mereka menggunakan satu metode penting yang sudah dipakai sejak abad 19 yaitu *kritik sumber*

Pertama, mereka memeriksa fisiknya: apakah naskah itu asli? ditulis tangan siapa? kapan dibuat?
Lalu, mereka meneliti isinya: apakah mungkin cerita itu terjadi? apakah ada motif politik di balik penulisannya?

Tidak semua cerita masa lalu bisa dianggap sejarah.

 Banyak naskah kuno sengaja memasukkan unsur magis, simbolis, bahkan propaganda untuk menaikkan wibawa raja atau tokoh tertentu.

Karena itu, sejarah modern hanya mengakui suatu peristiwa sebagai fakta ketika bukti-bukti saling mendukung dari banyak sumber berbeda, bukan hanya satu naskah atau legenda.
---

🟩BAGAIMANA ILMU ARKEOLOGI BEKERJA ? 

Jika sejarah bekerja dengan kata-kata, arkeologi bekerja dengan benda-benda nyata.
Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari masa lalu melalui benda yang bisa disentuh:
tembikar, pisau batu, sisa makanan, tulang manusia, hingga fondasi candi.

Arkeolog bekerja seperti orang yang menggali waktu. Mereka menggali tanah perlahan, hati-hati, lapis demi lapis. Setiap lapisan tanah bagaikan halaman buku: semakin dalam, semakin tua.

Prinsip ini disebut stratigrafi.
Jika ada mangkuk di kedalaman 50 cm, lalu ada pecahan piring yang sama di kedalaman 2 meter, maka pecahan di bawah pasti lebih tua. Dengan cara ini, arkeolog bisa membaca usia relatif situs tanpa harus menemukan angka tahun.

Namun untuk mengetahui tahun yang lebih pasti, mereka menggunakan berbagai teknik penanggalan. Misalnya, jika mereka menemukan kayu terbakar atau tulang, itu bisa diuji dengan metode radiokarbon.

Jika menemukan keramik, mereka bisa tahu era mana berdasarkan bentuk dan motifnya.
Arkeologi juga memeriksa konteks: sebuah artefak tidak berarti apa-apa jika tidak diketahui posisi dan hubungannya dengan benda lain.

Arkeologi tidak hanya menggali benda, tetapi juga memahami cara hidup masyarakat:

-apa yang mereka makan,
-bagaimana mereka berdagang,
-bagaimana mereka membangun rumah,
-bagaimana mereka membuat peralatan, dan
-bagaimana sistem kepercayaan mereka.

Arkeologi adalah jembatan fisik yang menghubungkan kita ke peradaban yang tidak sempat meninggalkan tulisan.
---

🟧 KETIKA SEJARAH DAN ARKEOLOGI DIGABUNGKAN

Dalam praktik ilmiah, sejarah dan arkeologi tidak bekerja sendiri-sendiri. Keduanya saling melengkapi.

Contoh:

📌 Jika ada naskah kuno yang mengatakan bahwa sebuah kerajaan besar pernah berdiri di suatu lembah, arkeologi akan mengecek:
“Apakah ada sisa-sisa bangunan? Gerabah? Struktur pemukiman?”

📌 Jika ada makam kuno yang dipercaya milik tokoh penting, sejarah akan bertanya:
“Apakah ada sumber sezaman yang menyebut tokoh ini? Apakah nisan cocok dengan gaya zamannya?”

Dengan cara inilah ilmuwan bisa menyaring mana yang benar-benar sejarah, mana yang legenda.
---

🟥 KENAPA MITOS, LEGENDA, DAN BABAD TIDAK SELALU MENJADI SEJARAH?

Karena:
-tidak ditulis sezaman,
-mengandung unsur supranatural,
-sering dimaksudkan untuk legitimasi politik,
-dan tidak memiliki bukti material pendukung.

Arkeologi menuntut bukti fisik.
Sejarah menuntut bukti tertulis yang dapat diverifikasi.

Tanpa keduanya, sebuah cerita tidak bisa dikategorikan sebagai sejarah, melainkan folklor atau mitologi budaya.
---

🟦 KESIMPULAN

Sejarah adalah ilmu rekonstruksi masa lalu melalui kata-kata dan teks.
Arkeologi adalah ilmu rekonstruksi masa lalu melalui benda dan tanah.

Keduanya bekerja dengan prinsip:

-bukti
-verifikasi
-rasionalitas
-dan metode ilmiah

Itulah sebabnya ilmu sosial seperti sejarah dan arkeologi disebut science, bukan sekadar cerita.

✍️ Ragil Kurniawan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1. Asal Mula Konflik Palestina - Israel: Ringkasan Sejarah (Part 1)

14. DIALOG DENGAN KONTRA HAMAS (Part 2)

36. KONSPIRASI : Hamas itu Alatnya Israel